Sabtu, 30 April 2011

Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter
   Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
   Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
   Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
  1.  Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
    adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
  2.  Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
    adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
 Instrumen Kebijakan Moneter

   Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
  1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
        Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
        Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
        Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
        Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
 Sumber :

Senin, 25 April 2011

Keadaan Geografis Indonesia

   Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari kurang lebih 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia. Pulau terpadat di Indonesia adalah pulau Jawa, dimana lebih dari setengah (65%) penduduk Indonesia tinggal di pulau ini.

Letak Astronomis
 
   Indonesia terletak di 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT, berdasarkan letak astronomisnya Indonesia dilalui oleh garis equator atau garis khatulistiwa yang terletak pada garis lintang 0o.

 Letak Geografis

   Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Letak Geologis

   Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur atau Ring of Fire. Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif, dimana sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut.

 Batas Wilayah Indonesia
  • Utara    = Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan
  • Selatan = Negara Australia, Samudra Hindia
  • Timur   = Samudra pasifik
  • Barat    = Samudra Hindia

Keadaan Alam Indonesia

   Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama yakni:
  •  Kepulauan Sunda Besar meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
  •  Kepulauan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
  •  Kepulauan Maluku dan Irian.
    Berdasarkan GBHN tahun 1993, Indonesia dibagi menjadi 2 kawasan pembangunan, yaitu :
  1. Kawasan Barat Indonesia, terdiri dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali.
  2. Kawasan Timur Indonesia, terdiri dari Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, NTB dan NTT.
Iklim di Indonesia

   Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut membawa banyak uap air dan hujan dikawasan Indonesia. Dari Juni hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di daratan rendah Indonesia berkisar antara 23 derajat sampai 28 derajat celsius sepanjang tahun.
    Ada 2 musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada beberapa tempat dikenal musim pancaroba, yaitu musim diantara perubahan kedua musin tersebut.
   Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari biasanya.
 
Sumber :

Pengangguran di Indonesia

Pengertian Pengangguran

   Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menyerapnya.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya, hal ini menyebabkan turunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

 Dampak Pengangguran di Indonesia

   Secara umum dampak pengangguran bagi perekonomian Indonesia :
  1.   Beban bagi masyarakat sekitarnya, otomatis pendapatan masyarakat disekitarnya harus mau berbagi pendapatan dengan yang menganggur. Dan ini juga kalau terakulmulasi akan menjadi beban negara.
  2.   Tingkat belanja menurun.
  3.   Tingkat produksi barang menurun.
  4.   Phsikologi orang pengangguran kalau mentalnya buruk akan berperilaku negatif, mencuri misalnya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Sedangkan kalau mentalnya baik akan mencari dan tetap berusaha memperbaikinya, baik secara internal maupun eksternal.
  5.   Kegiatan ekonomi menurun, pesimis memandang masa depan.

Usaha Untuk Mengatasi Pengangguran di Indonesia

   Usaha-usaha untuk mengatasi pengangguran :
  1.  Memperluas/memperbanyak lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha disektor usaha UKM
  2.   Industri dan usaha rakyat pada umumnya yang menyerap tenaga kerja besar, wajib diberi kemudahan untuk memperlancar usahanya.
  3.   Kerja sama dengan Kementerian, BUMN/BUMD, Pemerintah Daerah untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
  4.   Komersialisasi olahraga agar dapat dijadikan pegangan hidup oleh para atlet sebagai lapangan kerjanya.
  5.   Instansi terkait harus bisa menpunyai kreativitas tinggi, serta menciptakan tenaga kerja siap pakai dengan profesionalisme tinggi.

Sumber :

Senin, 28 Maret 2011

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia Dimasa yang Akan Datang

Pengertian Perencanaan Ekonomi

   Menurut Conyers & Hills (1994) “perencanaan” didefinisikan sebagai ”suatu proses yang bersinambungan”, yang mencakup “keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang.
   Perencanaan sering disamakan dengan sistem politik suatu negara seperti kapitalis, sosialis, dan campuran. Setiap bentuk campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi diartikan juga sebagai perencanaan. Perencanaan dapat dikatakan sebagai teknik atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya serta telah dirumuskan oleh Badan Perencanaaan Pusat.
Perencanaan ekonomi adalah usaha secara sadar dari suatu pemerintahan untuk mempengaruhi, mengarahkan, serta mengendalikan perubahan variabel-variabel ekonomi yang utama ( misalnya GDP, Konsumsi, Investasi, tabungan, dll ). Suatu rencana ekonomi bisa juga dianggap serangkaian sasaran (target) ekonomi secara kuantitatif yang khusus dan harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.
  
Strategi Pengendalian Ekonomi

   Salah satu tujuan penting perencanaan ekonomi di Indonesia adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, yang berarti meningkatkan laju pembentukan modal dengan cara meningkatkan tingkat pendapatan, tabungan, dan investasi.
   Akan tetapi di Indonesia peningkatan laju pembentukan modal ini menghadapi berbagai kendala, salah satu kendala utamanya adalah kemiskinan. Hal ini disebabkan karena pendapatan dan tabungan rendah, sehingga investasi menjadi rendah,  modal serta produktivitas pun rendah. Keadaan ini sering disebut “ Lingkaran Setan Kemiskinan ".
   Ada dua cara untuk memotong lingkarang setan tersebut, yaitu :
  1.   Melakukan pembangunan yang terencana dengan mencari modal dari luar negeri yang disebut “ Industrialisasi yang diproteksi “
  2.   Dengan cara menghimpun tabungan wajib yang disebut “ Industrialisasi dengan kemampuan sendiri “. 
   Jadi perencanaan pembangunan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Perencanaan yang baik diperlukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita, meningkatkan kesempatan kerja, dan untuk pembangunan secara keseluruhan.
  
Proses Perencanaan Ekonomi

   Proses perencanaan ekonomi melalui beberapa tahap dan masing-masing tahap sudah ditentukan dahulu apa yang ingin dicapai pada setiap tahap tersebut. Tahap-tahap perencanaan ekonomi  :
  1.    menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan ekonomi tersebut, diantaranya untuk pertumbuhan, penciptaan kesempatan kerja, distribusi pendapatan, pengurangan kemiskinan, dan sebagainya.
  2.    mengukur ketersediaan sumberdaya-sumberdaya yang langka selama periode perencanaan tersebut, misalnya : tabungan, bantuan luar negeri, penerimaan pemnerintah, penerimaan ekspor, tenaga kerja yang terlatih, dan lain-lain.
  3.    memilih berbagai cara (kegiatan dan alat) yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan nasional. Pada tahap ini ditetapkan proyek-proyek investasi seperti jalan raya, jaringan irigasi, pabrik-pabrik, pusat-pusat kesehatan. Selain itu juga perencanaan nasional tentang kebijakan harga, seperti nilai kurs, tingkat bunga, upah, pengaturan pajak, subsidi, dan lain-lain.
  4.    mengerjakan proses pemilihan kegiatan-kegiatan yang mungkin dan penting untuk mencapai tujuan nasional (welfare function) tanpa terganggu oleh adanya kendala-kendala sumberdaya dan organisasional.

Perencanaan dan Implementasi Pembangunan Ekonomi Indonesia 

   Dalam GBHN termuat tentang Pola Umum dan Pola Dasar Jangka Panjang yang sasaran utamanya adalah"terciptanya landasan yang kuat bagi Bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila".
   Dalam pemerintah sekarang, sejalan dengan bergulirnya reformasi, dokumen pembangunan pun berubah. Salah satu dokumen yang menjadi acuan dalam pembangunan jangka panjang adalah UU No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang terlihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang dibuat untuk periode 20 tahun ini merupakan penjabaran tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dalam bentuk visi, misi, dan arah pembangunan nasional.
   Dalam 20 tahun mendatang, Indonesia akan menghadapi persaingan dan ketidakpastian global yang makin meningkat, jumlah penduduk yang bertambah, dan dinamika masyarakat yang beraneka ragam.

Sumber :

 Peta Perekonomian Kepulauan Riau

   Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia dengan Tanjungpinang sebagai ibukotanya. Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau dan terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. Kepulauan Riau merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. 

Keadaan Geografis

   Secara koordinat, Kepulauan Riau terletak pada 1º 10' LS - 5º 10' LU dan 102º 50' - 109º 20' BT.Kepulauan Riau terdiri dari 2 kota, 4 kabupaten, 52 kecamatan serta 299 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan kecil yang 30% belum bernama dan berpenduduk.  Dengan luas wilayah sebesar 252.601 km², Kepulauan Riau hanya memiliki sekitar 5% daratan dan sisa sekitar 95% adalah lautan. Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara dengan Negara Vietnam dan Negara Kamboja.
  • Sebelah Selatan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jambi.
  • Sebelah Timur dengan Negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat.
  • Sebelah Barat dengan Negara Singapura, Negara Malaysia, dan Provinsi Riau.

Kependudukan

      Penduduk Kepulauan Riau hingga tahun 2010 berjumlah 1.685.698 jiwa yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota dengan kepadatan 6,7/km². Suku bangsa terbesar yang mendiami Kepulauan Riau adalah suku Melayu (35,6%) dan sisanya penduduk adalah suku Jawa, Tionghoa, Minangkabau, Batak, Bugis dan Banjar. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Riau dan Bahasa Indonesia.

Mata Pencaharian

   Sebagai provinsi kepulauan,  masyarakat Kepulauan Riau banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Selain perikanan tangkap, masyrakat juga melakukan budidaya perikanan air laut dan air tawar. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, dan kerambah jaring apung.

Pariwisata

   Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Objek wisata di Provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di berbagai kabupaten dan kota. 
   Di Kota Batam terdapat Pantai Melur, Pulau Abang, dan Pantai Nongsa. Pantai Pelawan di Kabupaten Karimun. Pantai Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Sedangkan Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling.
   Selain wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau memiliki objek wisata lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat masjid bersejarah dan makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang keduanya merupakan pahlawan nasional.

Sumber :

Inflasi dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Pengertian Inflasi
 
   Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi.
   Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/ uang/ alat tukar) dan yang kedua adalah desakan (tekanan) produksi dan/ atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/ atau juga termasuk kurangnya distribusi).
   Selain itu, istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dan yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
   Inflasi diukur dengan cara menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga.

   Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
  •   Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
  •   Inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
   Berdasarkan keparahannya, inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu :
  • Inflasi ringan, terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
  • Inflasi sedang antara 10%—30% setahun
  • Inflasi berat antara 30%—100% setahun
  • Hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
 
Dampak Inflasi terhadap Masyarakat

   Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung dari parah atau tidaknya inflasi. Inflasi ringan, mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.
  Adapun pengaruh atau akibat dari inflasi terhadap masyarakat dan individu adalah sebagai berikut :
  • Kesenjangan distribusi pendapatan
   Saat terjadi inflasi, tanah, rumah akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut seringkali lebih cepat dari kenaikan inflasi. Namun sebaliknya pendapaatn riil penduduk berpenghasilan rendah akan merosot. Dengan demikian inflasi akan memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan diantara anggota masyarakat.
   Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
  • Pendapatan riil merosot
   Orang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan karena terjadinya inflasi. Daya beli uangnya menurun atau pendapatan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Nilai riil tabungan dan pinjaman merosot
   Hal ini terjadi pada masyarakat yang menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk depostio dan tabungan di bank. Pada saat inflasi, nilai tabungan akan merosot. Masyarakat yang memegang uang tunai akan rugi karena nilai riil turun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.
   Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), inflasi mendatangkan menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

 Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber :

Minggu, 20 Februari 2011

Pengertian dan Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia

Pengertian Sistem Ekonomi

   Setiap negara memiliki sistem ekonomi untuk menyelesaikan masalah perekonomian negaranya. Sistem ekonomi merupakan perpaduan unsur atau komponen ekonomi yang saling berhubungan dalam masyarakat sehingga membentuk satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Komponen-komponen tersebut adalah lembaga dan segala aktivitas ekonomi yang berada di masyarakat.

Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia

   1. Masa Penjajahan


     * Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)

   VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) adalah sebuah perusahaan yang didirikan Belanda  dengan tujuan menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris).
   Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Oktrooi, yang antara lain meliputi :
     * Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
     * Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
         1. memelihara angkatan perang,
         2. memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
         3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda,
         4. memerintah daerah-daerah tersebut,
         5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
         6. memungut pajak.

   Pada kenyataannya, VOC hanya menguasai daerah penghasil rempah-rempah sebagai komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa. VOC menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan).
   Dengan memonopoli rempah-rempah, VOC diharapkan menambah isi kas negri Belanda dan dengan begitu akan meningkatkan pamor serta kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan.
   Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
     a. Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro.
     b. Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar.
     c. Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri.
     d. Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit.

   Kemudian VOC diambil-alih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek). Tetapi sebelum republik Bataaf berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

   Pendudukan Inggris (1811-1816)


   Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang Belanda dengan menerapkan sistem Landrent (pajak tanah). Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil di Hindia Belanda karena sistem ini berhasil di India. Dengan landrent, penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli produk Inggris atau yang diimpor dari India. Ini adalah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah.
   Akan tetapi, perubahan perekonomian ini sulit dilakukan, bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris. Sebab-sebabnya antara lain :
      a.Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang kena pajak.
      b.Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit.
      c.Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.

    * Cultuurstelstel

   Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang permintaannya di pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tapi sangat menguntungkan Belanda, apalagi sistem ini dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor).
   Bagi masyarakat pribumi, cultuurstelstel amat memeras keringat dan darah mereka, karena aturan kerja rodi masih diberlakukan. Namun segi positifnya adalah, mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan memicu meningkatnya taraf hidup mereka.
   Bagi pemerintah Belanda, ini berarti bahwa masyarakat sudah bisa menyerap barang-barang impor yang mereka datangkan ke Hindia Belanda. Dan juga merubah cara hidup masyarakat pedesaan menjadi lebih komersial, tercermin dari meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi nonagraris.

   Sistem Ekonomi Pintu Terbuka (Liberal)

   Desakan dari kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan ekonominya. Dibuatlah peraturan-peraturan agraria yang baru, antara lain mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh, yang tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara lain :
     a.Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah, pihak swasta yang mengelola perkebunan swasta sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi sebagai buruh penggarap tanah.
     b.Prinsip keuntungan absolut : Bila di suatu tempat harga barang berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan, maka pengusaha memperoleh laba yang besar dan mendorong mengalirnya faktor produksi ke tempat tersebut.
     c.Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau jelas, pemerintah Belanda masih memegang peran yang besar sebagai penjajah yang sesungguhnya.
   Pada akhirnya, sistem ini tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi, tetapi menambah penderitaan, terutama kuli kontrak yang pada umumnya tidak diperlakukan layak.

   Pendudukan Jepang (1942-1945)

   Pemerintah militer Jepang menerapkan kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi untuk mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Akibatnya, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan digunakan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama.
   Sistem sosialis adalah sistem ala bala tentara Dai Nippon dimana segala hal diatur oleh pusat guna mencapai kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai memenangkan perang Pasifik.

   2. Orde Lama

   Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)

   Keadaan ekonomi RI pada masa awal kemerdekaan amat buruk, hal ini disebabkan oleh :
     - Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan ada tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
     - Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
   Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
     1. Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
     2. Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
     3. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak.
     4. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947.
     5. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948.
     6. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan ini, diharapkan perekonomian akan membaik.

   Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)

   Masa ini disebut demokrasi liberal karena dalam politik maupun ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai dengan teori mazhab klasik. Pengusaha pribumi tidak bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. Dan kenyataannya sistem ini hanya memperburuk keadaan Indonesia yang baru merdeka.
   Usaha yang dilakukan untuk mengatasi ekonomi :
     1. Gunting Syarifudin, yaitu pemotongan nilai uang untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.
     2. Program benteng ( kabinet Natsir ) untuk menumbuhkan wiraswatawan pribumi dan mendorong importir pribumi agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing.
     3. Bank Indonesia menjadi Bank sentral.
     4. Sistem ekonomi Ali-Baba yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dengan pengusaha pribumi.
     5. Pembatalan sepihak atas hasil KMB dan pembubaran Uni Indonesia-Belanda.

   Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)

   Akibat keluarnya dekrit presiden 5 juli 1959, Indonesia menjalankan demokrasi terpimpin. Sistem ini diharapkan akan membawa kemakmuran dalam segala bidang. Namun, pada kenyataannya kebijakan-kebijakan pemerintah pada masa ini gagal karena :
     a) Devaluasi tanggal 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
     b) Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
     c) Devaluasi tanggal 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
     d) Tidak ada penghematan dalam pengeluaran. Banyak proyek-proyek mencusuar yang dilakukan pemerintah.

   3. Orde Baru (1966-1997)

   Pada awal orde baru, stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat.
   Kebijakan ekonomi mengarah pada teori-teori keynesian yang tercermin dalam 8 jalur pemerataan : kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan. Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita (Pembangunan lima tahun).
   Dampak positifnya, pada tahun 1984, terjadi swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi, dan industrialisasi meningkat pesat. Namun, dampak negatifnya terjadi kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam, serta penumpukan utang luar negeri. Pembangunan menimbulkan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
   Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi saja tanpa diimbangi kehidupan politik, sosial, dan ekonomi. Pembangunan nasional sangat lemah dan terjadi krisis yang menimbulkan kekacauan disegala bidang kehidupan terutama ekonomi.

   4. Masa Reformasi (1998-sekarang)

   Pada masa kepemimpinan BJ. Habibie belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi, karena kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik.
   Pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid pun belum bisa menyelamatkan negara dari keterpurukan dalam bidang ekonomi. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi. Akhirnya, presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat dan kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
   Pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sudah ada realisasi berdirinya KPK tapi belum ada pelaksanaan realisasi tersebut.
   Pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, kebijakannya yang pertama adalah mengurangi subsidi BBM, kebijakannya yang kedua yaitu pembagian BLT untuk masyarakat miskin. Namun kenyataannya banyak masyarakat miskin yang tidak mendapatkannya karena pembagian yang tidak merata. Kebijakan selanjutnya untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan pada pertengahan bulan Oktober 2006, Indonesia melunasi sisa utang pada IMFsebesar 3,2 miliar dolar AS.

Sumber :
http://irdye07.blogspot.com/2010/11/sistem-ekonomi-indonesia.html

Rabu, 27 Oktober 2010

Tugas Softskill MABA 2010


Mahasiswa baru Universitas Gunadarma ditugaskan untuk menganalisis situs-situs yang dibuat oleh Universitas Gunadarma.

Situs pertama yang saya analisis adalah BAAK Online Universitas Gunadarma, berikut alamat URL-nya (http://baak.gunadarma.ac.id).

BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan proses kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.

Situs BAAK Online ini menyediakan beberapa fitur, pertama adalah Home yang berisikan kalender akademik selama satu semester berjalan, jadwal mata kuliah perkelas, nama dan NPM mahasiswa baru, dan sebagainya.
Kedua adalah Tentang BAAK, fitur ini menjelaskan profil dan struktur dari BAAK Universitas Gunadarma.
Ketiga adalah FAQ, fitur ini akan menampilkan pertanyaan yang paling sering ditanyakan pengunjung BAAK Online.
Keempat adalah Situs SAP, fitur ini menghubungkan BAAK dan situs SAP.
Kelima adalah Buku Pedoman, fitur ini menyediakan buku pedoman untuk dosen dan mahasiswa yang bisa dibaca langsung.
Dan fitur terakhir adalah Situs Jurusan, fitur ini menghubungkan situs BAAK dengan fakultas dan jurusan-jurusan yang tersedia di Universitas Gunadarma.

Kelebihan dari situs ini adalah mahasiswa terbantu karena informasi mudah didapat dengan mengakses internet, sehingga terjadi efisiensi waktu karena mahasiswa tidak perlu pergi ke kampus untuk mendapatkan informasi terbaru dari Universitas Gunadarma. Informasi yang ditampilkan di situs ini pun dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, karena yang memberikan informasi adalah pihak Universitas Gunadarma sendiri tanpa campur tangan pihak lain.
Kekurangan dari situs ini adalah apabila situs bermasalah, maka mahasiswa akan sulit mendapatkan informasi terbaru karena mahasiswa terlalu bergantung pada situs ini sehingga mahasiswa menjadi malas berkeliling mencari informasi.



Kedua adalah situs Gunadarma Central Digital Library, berikut alamat URL-nya (http://library.gunadarma.ac.id/).

Gunadarma Central Digital Library atau Perpustakaan UG adalah unit yang memberikan pelayanan informasi kepada mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

Situs Gunadarma Central Digital Library menyediakan fitur-fitur untuk mempermudah mahasiswa dan dosen untuk mencari informasi tertentu. Pertama adalah fitur Home, fitur ini berisikan resensi buku, katalog buku, fasilitas online booking, galeri, dan menu-menu pelayanan dari Perpustakaan UG.
Kedua adalah Profil, fitur ini menjelaskan profil, tujuan, serta sejarah dari Perpustakaan UG mulai dari awal berdiri hingga saat ini.
Ketiga adalah Layanan Perpustakaan, fitur ini menjelaskan layanan apa saja dan kapan waktu pelayanan yang disediakan Perpustakaan UG.
Ketiga adalah Koleksi Perpustakaan, fitur ini berisikan data jumlah buku yang ada di Perpustakaan UG dari seluruh fakultas.
Keempat adalah Peraturan Perpustakaan, fitur ini berisikan peraturan-peraturan apa saja yang harus dipatuhi oleh pengunjung Perpustakaan UG.
Kelima adalah Petunjuk Perpustakaan, fitur ini merupakan fitur pelengkap dari Peraturan Perpustakaan.
Terakhir adalah SOP Online, fitur ini menjelaskan standar operasional prosedur dari Perpustakaan UG. 

Kelebihan dari situs ini adalah mahasiswa atau dosen tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku, cukup dengan meminjam buku di Perpustakaan UG. Fasilitas Online Booking pun sangat berguna bagi mahasiswa dan dosen, karena tidak perlu mengantri untuk memninjam suatu buku, cukup dengan membooking melalui situs ini.. Selain itu, bagi mahasiswa yang sedang menjalani proses skripsi, menu layanan pencarian skripsi dan petunjuk pembuatan skripsi sangat memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya.
Kekurangan  dari situs ini adalah mahasiswa harus terdaftar sebagai anggota perpustakaan untuk membooking buku secara online, tidak bisa hanya menggunakan NPM.



Ketiga adalah situs Warta Warga, berikut adalah alamat URL-nya (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/).

Warta Warga adalah situs yang menyediakan layanan berisi tulisan yang ditulis oleh mahasiswa atau dosen. Disini kita dapat melihat berbagai macam kategori tulisan dan mengomentari tulisan-tulisan tersebut sesuai degan apa yang kita inginkan. Di situs ini kita dapat menyalurkan inspirasi dan informasi agar berguna bagi orang banyak.

Keempat adalah situs Studentsite, berikut adalah alamat URL-nya (http://studentsite.gunadarma.ac.id/).
Studentsite adalah situs yang di khusus dibuat untuk mahasiswa Universitas Gunadarma sebagai wadah informasi-informasi penting dalam kegiatan perkuliahan. Dengan adanya studetsite ini mahasiswa tidak perlu lagi repot mencari informasi tentang perkuliahan atau informasi yang lainnya seperti perlombaan, seminar, dan event-event lain, karena semua informasi dapat kita lihat di Studentsite.